Home arrow Berita arrow Ekspor Kertas Bakal Rugi 5,3 miliar Dollar AS
Ekspor Kertas Bakal Rugi 5,3 miliar Dollar AS PDF Print E-mail
0, 26th November 2008

Rabu, 26 November 2008 | 10:14 WIB

JAKARTA, RABU — Dalam dua tahun ke depan ekspor kertas nasional beserta produk turunannya diperkirakan mengalami kerugian hingga 5,3 miliar dollar AS akibat dampak krisis keuangan global dan keterbatasan pasokan bahan baku.

Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi di Jakarta, Rabu (26/11), menyebutkan, selama 2009-2010 proyeksi nilai ekspor kertas dan produk turunannya mencapai 7,10 miliar dollar AS, untuk tahun 2009 sebesar 3,36 miliar dollar AS dan 2010 senilai 3,74 miliar dollar AS.
    
Dari perkiraan potensi kerugian ekspor komoditas tersebut pada 2009 mencapai 2,52 miliar dollar AS, sedangkan untuk 2010 meningkat hingga 2,81 miliar dollar AS. "Potensi kerugian tersebut bisa ditekan dengan membuka pasar ekspor alternatif dan memperbesar segmen pasar domestik," katanya.
    
Selain itu, tuturnya, lewat siaran pers, mengerem impor komoditas kertas dan produk turunannya yang masih bisa dipasok dari domestik serta menjamin pasokan bahan baku secara berkelanjutan.
    
Greenomics juga memperkirakan jika pemerintah memberlakukan pembatasan impor terhadap komoditi kertas dan produk turunannya baik berupa produk konsumsi maupun bahan baku penolong, maka impor yang bisa ditekan maksimal 1,41 miliar dollar AS selama 2009-2010.
    
Menurut Elfian, pembatasan impor bisa dilakukan pemerintah sepanjang tidak dianggap sebagai kebijakn proteksi karena dikhawatirkan produk ekspor Indonesia lainnya juga akan dibatasi masuk oleh negara tujuan ekspor seperti Jepang dan Amerika.

Selain itu, jika tidak ada substitusi bahan baku penolong dari domestik berarti pembatasan impor terhadap bahan baku penolong justru akan memperberat likuiditas industri kertas nasional dan produk turunannya.


EDJ
Sumber : Ant

 
Next >
Member Login
Please Login first. several feature are restricted to registered only.




Lost Password? | Register

learn