Home arrow Berita arrow BBM Naik Makin Banyak Pengusaha Gagal Bayar Kredit
BBM Naik Makin Banyak Pengusaha Gagal Bayar Kredit PDF Print E-mail

Rabu, 18 Juni 2008 | 13:32 WIB

Menurut Ketua Komite Tetap Moneter dan Fiskal Kadin Indonesia Bambang Soesatyo, dunia usaha butuh insentif agar bisa bertahan ditengah ketidakpastian sekarang, sekaligus untuk memperkecil potensi NPL. "Kemampuan dunia usaha nasional untuk bertahan harus diperkuat untuk menghindari kerugian yang masif," jelasnya.

Bambang mengatakan peningkatan NPL belakangan ini menjadi petunjuk bahwa kekuatan dunia usaha kita terus melemah. "Insentif paling utama yang diinginkan dunia usaha adalah kesungguhan pemerintah memerangi faktor-faktor penyebab cost push inflation, baik pada pos-pos biaya legal seperti bea masuk (BM) maupun biaya ilegal (pungli perizinan)," jelasnya.

Lanjut Bambang, ekonomi biaya tinggi yang ditanggung pengusaha menjadi sumber cost push inflation, dan menyebabkan segala sesuatunya menjadi tidak efisien. "Bea masuk yang tinggi pada beragam bahan baku dan barang modal ikut menggelembungkan biaya produksi. Baru-baru ini, Menkeu Sri Mulyani berjanji akan memperbaiki segala sesuatu yang salah dalam struktur perekonomian kita, termasuk memerangi semua penyebab cost push inflation. Kadin menunggu Menkeu merealisasikan janjinya. Lebih cepat lebih baik, " paparnya.

Data Kadin Indonesia per April 2008, rasio NPL gros naik jadi 4,39 persen dari 4,33 persen per Maret 2008. Perbankan mencatat, terjadi kenaikan NPL karena dunia usaha menghadapi masa sulit akibat lonjakan biaya produksi dan anjloknya permintaan. Permintaan kredit bakal menurun, karena ketidakpastian global sekarang memaksa banyak pengusaha mengambil posisi menunggu perubahan.
Menurut Bambang kalau kecenderungan ini dibiarkan, ekonomi indonesia praktis tak punya motor pertumbuhan. ACO

Sumber: kompas.com

 
< Prev   Next >
Member Login
Please Login first. several feature are restricted to registered only.




Lost Password? | Register

learn