| Margin Keuntungan Diperkecil, Bank Bersiap Merevisi Target |
|
|
|
|
Kamis, 19 Juni 2008 | 10:45 WIB Lonjakan inflasi dan memburuknya perekonomian telah berdampak langsung terhadap bank. Hal ini terindikasi dari meningkatnya kredit bermasalah dan tergerusnya keuntungan. Kondisi ini mendorong bank untuk merevisi target kinerjanya. Ketua Umum Perhimpunan Bank Umum Nasional Sigit Pramono, Rabu (18/6) di Jakarta, mengatakan, sebagian besar bank dipastikan akan merevisi target kinerja untuk tahun 2008. "Revisi dilakukan untuk mengantisipasi situasi ekonomi yang kian memburuk dan untuk mengurangi dampak tekanan NPL," katanya. Komisaris Bank Danamon Krisna Wijaya menjelaskan, target perbankan yang dibuat pada awal tahun didasarkan atas asumsi-asumsi indikator ekonomi, seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan suku bunga. "Jika asumsi-asumsi itu kini berubah, target bisnis biasanya juga berubah, termasuk perbankan. Jadi, revisi target merupakan langkah yang harus dimaklumi," ujarnya. Kondisi perekonomian yang buruk akan membuat lesu kinerja sektor riil. Situasi ini, kata Krisna, akan berdampak pada perbankan karena sebagian besar pelaku usaha di sektor riil merupakan nasabah bank. Bank berkesempatan merevisi target kinerjanya setelah melihat performa pada semester I-2008. Bank Indonesia memberi waktu satu bulan, hingga akhir Juli 2008, kepada bank untuk menyerahkan rencana bisnisnya yang baru. Revisi target dilakukan terhadap berbagai macam kinerja, seperti penyaluran kredit, penghimpunan dana, dan profitabilitas. Sampai triwulan I-2008, bank masih optimistis sebab laju penyaluran kredit mencapai 29 persen. Targetnya 24 persen. Namun, pada April 2008, situasi mulai memburuk, ditandai dengan meningkatnya rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) dari 4,33 persen pada Maret menjadi 4,39 persen. Selain itu, laba bersih turun dari Rp 12,44 triliun pada April 2007 menjadi Rp 11,86 triliun pada April 2008. Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah mengatakan, beberapa bank sudah melihat kemungkinan perlambatan permintaan kredit. "Beberapa bank sudah menaikkan suku bunga kredit untuk nasabah baru," kata Halim. Namun, menurut Halim, bank akan tetap berupaya mencapai target dengan menekan margin keuntungan dan hanya sedikit menaikkan suku bunga kredit. Harapannya, agar hubungan dengan nasabah tetap terjaga. Dapat diimbangi Chief Financial Officer Bank Mandiri Pahala Mansury mengatakan, berdasarkan kajian Bank Mandiri, memburuknya perekonomian tak akan berdampak signifikan terhadap keuntungan Bank Mandiri. Menipisnya pendapatan dari bunga kredit dapat diimbangi oleh meningkatnya pendapatan bunga dari obligasi berbunga tetap. Namun diakuinya, itu akan berdampak terhadap penyaluran kredit. "Karena itu, kami kini sedang meninjau kembali prospek penyaluran kredit," kata Pahala. Ekonom BNI, Ryan Kiryanto, memperkirakan, bank-bank yang kemungkinan besar merevisi target adalah bank-bank yang banyak bermain di sektor korporasi. Adapun bank yang kreditnya banyak disalurkan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak akan terlalu terpengaruh. "Berdasarkan pengalaman pada saat krisis, sektor UMKM justru menjadi penopang," katanya. (FAJ) |
| < Prev | Next > |
|---|