| Bakrie Jual Saham untuk Bayar Utang 1,2 Miliar Dollar AS |
| 0, 13th October 2008 | |
|
Senin, 13 Oktober 2008 | 00:59 WIB Jakarta, Kompas - PT Bakrie & Brothers Tbk akan menjual saham yang terdapat pada anak perusahaannya untuk membayar utang senilai 1,2 miliar dollar AS yang akan jatuh tempo April 2009. Langkah itu akan melepaskan aset Bakrie yang dijaminkan kepada kreditornya. ”Proses penjualan saham itu sudah berlangsung, tetapi nilai yang telah tercapai kesepakatannya masih kecil ketimbang utang yang akan kami bayar. Penutupan transaksi ini diharapkan secepatnya,” ujar Direktur Utama PT Bakrie & Brothers Nalinkant A Rathod kepada pers, Minggu (12/10) petang di Jakarta. Direktur Bakrie & Brothers Ari Saptari Hudaya menambahkan, jatuhnya pasar global, termasuk pasar saham di Indonesia, membuat nilai aset itu terus merosot. Saham Bakrie & Brothers yang akan dilepas terdapat di lima anak perusahaannya, yakni Bumi Resources, Bakrie Sumatera Plantations, >w 9736m<Bakrieland Development, Energi Mega Persada, dan Bakrie Telecom. Nilai kapitalisasi pasar saham itu 6 miliar dollar AS. Adapun investor yang akan membeli saham itu, antara lain, adalah Avenue Asia dari Amerika Serikat, sementara Credit Lyonnais sedang melakukan negosia>w 9636m<si. Sejumlah pemodal nasional, seperti pemilik kelompok usaha Djarum dan pemilik kelompok usaha Sampoerna, juga sudah melakukan pembicaraan, tetapi belum sampai tahap negosiasi. Keputusan manajemen diambil pada 9 Oktober 2008, dan telah diinformasikan kepada otoritas pasar modal, Bapepam-LK dan Bursa Efek Indonesia. Arie membantah rumor di pasar modal bahwa Bakrie & Brothers gagal bayar atas pinjaman yang dijamin dengan saham-saham tersebut melalui mekanisme repo. ”Kami tidak melakukan repo. Kalau lembaga keuangan lain yang melakukannya, itu urusan otoritas mengusutnya,” katanya. Repo adalah transaksi meminjam uang dengan jaminan surat berharga, disertai perjanjian membayar kembali untuk mendapatkan aset yang dijaminkan dalam waktu tertentu. Menurut Ari, sebagai komitmen manajemen Grup Bakrie untuk menjaga nilai pemegang saham publik, seluruh anak perusahaan Bakrie & Brothers diperintahkan melakukan pembelian kembali sahamnya dari pasar sesuai ketentuan. ”Fundamental perusahaan bagus dan memang memiliki dana. Walau demikian, uang anak perusahaan tentu tidak bisa dipakai untuk membayar utang Bakrie & Brothers sebab menyalahi aturan pasar modal,” katanya. (DIS)Sumber: Kompas cetak |