|
Takut Susu China, Importir Mulai Lirik Produk Mamin RI |
|
0, 12th November 2008 |
Rabu, 12/11/2008 07:08 WIB Jakarta - Ada kabar baik bagi Industri makanan dan minuman (mamin) lokal khususnya bagi produsen biskuit dan permen. Para pembeli-pembeli (buyers) yang biasanya membeli dari China kini mulai mengalihkan order-nya ke Indonesia.
Penyebabnya adalah isu produk makanan susu mengandung melamin di China yang sempat santer beberapa waktu lalu membuat para buyer Eropa dan beberapa negara Asia mulai melirik Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Harian Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Franky Sibarani, di gedung Departemen Perdagangan, Selasa sore (11/11/2008). "Berapa angkanya saya tidak bisa generalisir tapi satu dua industri sudah menyampaikan hingga 10% sampai 15% kenaikan produksinya," katanya. Hal ini, lanjut Franky, sebagai kabar baik ditengah ancaman sepinya order menyusul dampak krisis finansial global yang memaksa daya beli pasar ekspor di seluruh dunia termasuk kawasan Eropa dan AS melemah drastis. Franky menambahkan, hingga kini produk Indonesia masih dinilai aman dibanding dengan negara lain, meski ia mengakui pengalihan orderan ini hanya sementara saja, namun ia berharap nantinya bisa berlanjut. Dikatakannya, produk mamin Indonesia masih menjadi salah satu yang diperhitungkan di pasar internasional termasuk jika dibandingkan dengan negara jiran seperti Thailand, Filipina, Malaysia, Vietnam dan lain-lain. "Kami harus waspada, kemungkinan membanjirnya produk impor dari China, turunnya ekspor China ke Amerika dan Eropa kemungkinan membuat negara ini mengalihkan pasar mereka ke kita," ujarnya. Menganai target ekspor pada tahun 2008 ia tetap optimistis nilai ekspor mamin bisa capai US$ 2 miliar. Dengan adanya pengalihan ini, lanjut Franky, setidaknya bisa menjadi tambahan atau tetap menjaga kinerja ekspor mamin pada tahun 2009. Suhendra – detikFinance
|