Niaga dan Lippo Merger
Selasa, 3 Juni 2008 12:58

Penggabungan usaha atau merger antara PT Bank Niaga Tbk. dan PT Bank Lippo Tbk. diperkirakan akan menghasilkan tingkat sinergi atau tambahan pendapatan senilai Rp 550 miliar pada tahun 2010. Bank hasil merger akan menjadi bank kelima terbesar di Indonesia dengan aset Rp 95,2 triliun. CEO CIMB Group, Dato Nazir Razak, menjelaskan, Bank Niaga dan Bank Lippo memiliki kelebihan yang saling melengkapi.

Bank Niaga kuat di segmen korporasi, segmen usaha kecil menengah, treasury, dan segmen ritel, terutama kredit pemilikan rumah. Adapun Bank Lippo memiliki kelebihan dalam jasa transaksi pembayaran, pinjaman komersial, dan penghimpunan dana murah.
”Kami optimistis merger yang dilakukan untuk mematuhi aturan kepemilikan tunggal Bank Indonesia ini akan menghasilkan bank yang memiliki posisi strategis di industri perbankan Indonesia,” ujar Nazir Razak.
Bank Niaga dan Bank Lippo dimiliki pemegang saham yang sama, yakni perusahaan investasi Malaysia, Khazanah Nasional Berhad. Penandatanganan rencana merger dihadiri Wakil Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Bank hasil merger itu akan bernama PT Bank CIMB Niaga Tbk.. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, tidak masalah posisi Malaysia makin kuat dengan adanya merger itu. Langkah tersebut justru baik bagi industri perbankan Indonesia secara keseluruhan. (Kompas)

Sumber: bisnisjakarta.com